Tipe Perletakan dan Bahaya bila disain dan kenyataan berbeda
Perletakan atau support di mekanika teknik tertentu ditetapkan sebagai berikut: 1. Rol, harus bisa menahan arah normal terhadap bidang kontak roda rol. Namun pada umumnya rol berada di atas permukaan mendatar shg definisinya di simplifikasi menjadi harus bisa menahan arah vertikal. 2. Sendi (hinge), harus bisa menahan beban arah vertikal dan horisontal. 3. Jepit (fix), harus bisa menahan arah beban arah vertikal, horisontal dan momen. -------------------------------------------------
Struktur harus jelas jenis dan posisi perletakannya. Tanpa kejelasan perletakan struktur maka model analisa struktur tidak lengkap dan analisa tidak dapat diselesaikan. Kalau analisa tidak dapat diselesaikan maka kesetimbangan juga tidak jelas alias "trouble". Oleh krn itu engineer harus selalu mengerti dan menyadari pentingnya pengetahuan mengenai perletakan. Sebagai gambaran bahayanya engineer yang mengabaikan permasalahan perletakan adalah runtuhnya jembatan pelengkung dg perletakan sendi di kedua ujungnya. Bayangkan dalam disain bangunan direncanakan memakai perletakan sendi di kedua ujungnya. Dalam pelaksanaanya pondasi di salah satu ujungnya bergerak krn misalnya saja kasus tanah. Terjadi ketidak "klopan" disain dg kenyataan, hasilnya sudah bisa dipastikan jembatannya rubuh. Utk diskusi terakhir adalah pengertian bila suatu perletakkan mampu menahan beban pada arah tertentu maka otomatis pada arah tersebut TIDAK ADA PERGERAKAN.
Struktur harus jelas jenis dan posisi perletakannya. Tanpa kejelasan perletakan struktur maka model analisa struktur tidak lengkap dan analisa tidak dapat diselesaikan. Kalau analisa tidak dapat diselesaikan maka kesetimbangan juga tidak jelas alias "trouble". Oleh krn itu engineer harus selalu mengerti dan menyadari pentingnya pengetahuan mengenai perletakan. Sebagai gambaran bahayanya engineer yang mengabaikan permasalahan perletakan adalah runtuhnya jembatan pelengkung dg perletakan sendi di kedua ujungnya. Bayangkan dalam disain bangunan direncanakan memakai perletakan sendi di kedua ujungnya. Dalam pelaksanaanya pondasi di salah satu ujungnya bergerak krn misalnya saja kasus tanah. Terjadi ketidak "klopan" disain dg kenyataan, hasilnya sudah bisa dipastikan jembatannya rubuh. Utk diskusi terakhir adalah pengertian bila suatu perletakkan mampu menahan beban pada arah tertentu maka otomatis pada arah tersebut TIDAK ADA PERGERAKAN.