Prinsip Kedua Pratekan
Prinsip kedua pratekan beranggapan beton pratekan seperti beton bertulang biasa. Ini membawa kita pada konsep kopel momen. Tahanan yg terjadi didalam komponen struktur dalam menahan gaya dalam momen dilakukan dalam bentuk kopel momen antara tendon (tertarik) dan beton (tertekan). Besar gaya tarik dan tekan adalah sama. Prinsip penyelesaiannya adalah sebagai berikut:
1. Besar momen beban diketahui M.
2. Besar gaya pratekan dan posisinya terhadap sumbu netral diketahui (dikenal dg nama e).
3. Dihitung jarak antara C (posisi gaya tekan) dan T (posisi gaya tarik letaknya selalu berimpit dg cgs tendon).
4. Posisi C dg sumbu netral didapat (disebut ce).
5. Tegangan serat atas adalah - C/A - C*ce*y/I
6. Tegangan serat bawah adalah - C/A + C*ce*y/I Untuk lebih jelasnya bisa dicek contoh soal di perkuliahan pratekan.
1. Besar momen beban diketahui M.
2. Besar gaya pratekan dan posisinya terhadap sumbu netral diketahui (dikenal dg nama e).
3. Dihitung jarak antara C (posisi gaya tekan) dan T (posisi gaya tarik letaknya selalu berimpit dg cgs tendon).
4. Posisi C dg sumbu netral didapat (disebut ce).
5. Tegangan serat atas adalah - C/A - C*ce*y/I
6. Tegangan serat bawah adalah - C/A + C*ce*y/I Untuk lebih jelasnya bisa dicek contoh soal di perkuliahan pratekan.