Syarat Kesetimbangan

Dalam mekanika statis tertentu terdapat jargon yang sangat terkenal dg nama 3 persamaan kesetimbangan:

1. Sigma H = 0.
2. Sigma V = 0.
3. Sigma M = 0.

Beberapa catatan adalah:

* perhatikan tulisan Sigma, tulisan ini merupakan kunci yang sangat penting krn memiliki arti total. Jadi sigma H berarti keseluruhan gaya pada arah horisontal.

* Sigma H dan Sigma V berkaitan dg total frame, tidak diperlukan titik reference pada waktu membahas Sigma H dan Sigma V.

* Beda dengan Sigma H dan V, Sigma M membutuhkan titik reference (krn momen adalah perkalian jarak dg gaya yg tegak lurus dari suatu titik yg ditinjau. Jadi pada tiap titik dimanapun posisinya Sigma M harus sama dengan 0.

* Ketiga syarat tersebut harus dipenuhi semuanya tanpa ada yang terlewatkan.

* Ketiga syarat harus dipakai untuk meninjau segala macam kondisi beban yang mungkin terjadi dalam "life time" struktur.

Transformasi Balok Beton menjadi beban terbagi rata dan terpusat

Beton memiliki BJ 2400 kg/m^3. Balok beton merupakan bagian portal struktur yang otomatis memiliki selfweight beban mati. Pertanyaan yg mungkin ditanyakan adalah: Bagaimanakah mendapatkan beban mati balok?

Perlu diketahui beban mati dari suatu balok bisa memiliki satuan kg/m (terbagi rata) atau kg (terpusat). Itu semua tergantung dari keperluan analisa yg diinginkan. Sebagai contoh pada waktu menganalisa balok induk maka kita ingin mendapatkan berat sendiri balok induk sebagai beban mati. Pada kasus ini yg diperlukan adalah berat beban terbagi rata (kg/m). Cara mendapatkannya adalah dg mengalikan BJ balok dengan luas penampang balok. Jadi utk kasus balok beton, 2400xLuasPenampang. Ingat LuasPenampang memiliki satuan m^2. Satuan meter dipakai krn BJ jg menggunakan meter. Kasus yg lain misalnya kita sedang menganalisa balok induk, dimana terdapat balok anak yg membebani balok induk. Beban balok anak yg jatuh ke balok induk berupa beban terpusat. Utk mendapatkan beban terpusat ini dapat dilakukan dg mengalikan BJ balok anak dg volume porsi balok anak yg membebani balok induk. Dalam kasus balok anak beton, 2400xVolBalokAnak. Seperti halnya contoh sebelumnya VolBalokAnak hrs mengguanakan satuan m^3.

Transformasi beban dinding

Dinding (setengah bata) memiliki berat sendiri dengan nilai: 250 kg/m^2. Beban dinding biasa dikenal sebagai beban terbagi rata (lihat satuan yg digunakan). Ketika dinding ini berdiri di atas suatu balok maka diperlukan transformasi beban dari beban terbagi rata (satuan kg/m^2) menjadi beban terbagi rata (satuan kg/m). Transformasi ini yg menghasilkan satuan berat baru kg/m membuat civil engineer mampu menganalisa balok akibat beban dinding. Bagaimana mentransformasinya?
Kalikan 250 kg/m^2 dengan tinggi dinding (satuan meter). Nilai tersebut adalah nilai beban terbagi rata baru dg satuan (kg/m). Catatan:
Di teknik sipil satuan kg/m dikenal dan disebut dg kg per meter lari, biasanya ditulis kg/m'. Yg perlu diingat kedua satuan tersebut bercerita tentang hal yg sama.
Powered by Telkomsel BlackBerry®