pujoaji's posterous http://pujoaji.posterous.com Most recent posts at pujoaji's posterous posterous.com Thu, 30 Sep 2010 05:21:00 -0700 Prinsip Kedua Pratekan http://pujoaji.posterous.com/prinsip-kedua-pratekan http://pujoaji.posterous.com/prinsip-kedua-pratekan Prinsip kedua pratekan beranggapan beton pratekan seperti beton bertulang biasa.

Ini membawa kita pada konsep kopel momen. Tahanan yg terjadi didalam komponen struktur dalam menahan gaya dalam momen dilakukan dalam bentuk kopel momen antara tendon (tertarik) dan beton (tertekan). Besar gaya tarik dan tekan adalah sama.

Prinsip penyelesaiannya adalah sebagai berikut:
1. Besar momen beban diketahui M.
2. Besar gaya pratekan dan posisinya terhadap sumbu netral diketahui (dikenal dg nama e).
3. Dihitung jarak antara C (posisi gaya tekan) dan T (posisi gaya tarik letaknya selalu berimpit dg cgs tendon).
4. Posisi C dg sumbu netral didapat (disebut ce).
5. Tegangan serat atas adalah - C/A - C*ce*y/I
6. Tegangan serat bawah adalah - C/A + C*ce*y/I

Untuk lebih jelasnya bisa dicek contoh soal di perkuliahan pratekan.

Permalink | Leave a comment  »

]]>
http://files.posterous.com/user_profile_pics/754362/My_20Family.JPG http://posterous.com/users/4SOeK4ltGWqd Pujo Aji pujoaji Pujo Aji
Thu, 30 Sep 2010 05:05:00 -0700 Prinsip Pertama Pratekan http://pujoaji.posterous.com/prinsip-pertama-pratekan http://pujoaji.posterous.com/prinsip-pertama-pratekan Prinsip pertama pratekan adalah menganggap beton pratekan berperilaku elastis. Runtutan logiknya adalah sebagai berikut:

1. Konsep zero tension stress criterion diperkenalkan, jadi tidak ada tarik dibeton. Beton hanya menerima tegangan 0 atau tekan saja.

2. Dengan konsep tidak ada tarik di beton maka beton tidak dapat dikatakan brittle.

3. Dengan beton dikatakan tidak brittle maka beton dikatakan memiliki sifat elastis.

------------------
Sampai disini tentunya membuat kita bertanya ..... So what with viewing concrete as an elastic material ???

Jwbnya: ada konsekuensi yg menarik. Dg menganggap elastis kita bisa menggunakan rumus My/I dalam menghitung tegangan di serat terluar balok pratekan.

Sebetulnya rumus lengkapnya ada beberapa komponen dalam menghitung tegangan:
1. Komponen M atau momen akibat beban.
2. Komponen P atau gaya aksial tendon.
3. Komponen M akibat P dan eksentritas posisinya terhadap garis netral.

Jadi tegangan di serat atas beton dan serat bawah beton dapat dihitung dengan cara menjumlahkan komponen 1, 2 dan 3 di atas.

Yg perlu diingat waktu menjumlahkan komponen tersebut jangan lupakan memasang TANDA yg tepat. Tanda yang salah menghasilkan perhitungan tegangan yg salah pula.

Tanda utk penampang beton pratekan di tengah terkena beban momen positif adalah:

1. Tanda utk M akibat beban: atas minus, bawah positif. Artinya di serat atas mengalami tekanan sedang serat bawah mengalmi tarikan.

2. Tanda utk P: minus. Artinya baik serat atas maupun bawah menerima tekanan.

3. Tanda utk momen P x e: atas positif, bawah negatif. Artinya di serat atas mengalami tarikan sedang serat bawah mengalami tekanan.

Utk memahami dg lebih baik bisa dilihat contoh dalam perkuliahan pratekan.

Permalink | Leave a comment  »

]]>
http://files.posterous.com/user_profile_pics/754362/My_20Family.JPG http://posterous.com/users/4SOeK4ltGWqd Pujo Aji pujoaji Pujo Aji