pujoaji's posterous http://pujoaji.posterous.com Most recent posts at pujoaji's posterous posterous.com Mon, 04 Oct 2010 16:18:54 -0700 Gaya Dalam di mektek http://pujoaji.posterous.com/gaya-dalam-di-mektek http://pujoaji.posterous.com/gaya-dalam-di-mektek Pada umumnya proses mencari gaya dalam selalu dimulai dari mencari reaksi di perletakkan. Reaksi di perletakan bisa dimanfaatkan pada waktu ingin menentukan pondasi dibawah kolom kuat, yaitu bila daya dukung tanah lebih kuat dibandingkan reaksi yg didapat tadi.

Lalu apa guna mendapatkan gaya dalam di komponen struktur (balok, kolom, pelat dll)? Gaya dalam wajib diketahui agar kekuatan bahan diatur memiliki nilai yg lebih besar dibandingkan gaya dalam yg terjadi. Tanpa mengetahui gaya dalam kita tidak bisa memastikan komponen struktur kuat apa tidak.

Untuk mencari gaya dalam di suatu penampang maka gunakan langkah-langkah sbb:
1. Potong di penampang tertentu.

2. Pastikan lihat kiri atau lihat kanan. Ini tidak menutup kemungkinan lihat atas atau bawah. Pada prinsipnya pada waktu kita potong penampang kita hilangkan satu bagian, dan bagian yg tidak hilang kita tinjau.

3. Waktu lihat kiri, betul2 lihat kiri lupakan sebelah kanan (bagian yg dihilangkan). Demikian juga sebaliknya.

4. Waktu meninjau satu bagian tinjau keseluruhan reaksi dan gaya luarnya. --------------------
Dalam mekanika teknik terdapat tiga tipe gaya dalam yg sangat umum dipakai:
1. Gaya Normal (axial)
2. Gaya Geser/melintang (Shear)
3. Gaya Momen


GAYA NORMAL
Gaya Normal berhubungan dengan gaya yang bekerja berimpit dg sumbu batang. Jadi apakah gaya dalam tersebut gaya normal atau tidak harus dicek arah sumbu batang komponen struktur yg kita tinjau. Tanda gaya normal adalah positif bila gaya batang tertarik. Sebaliknya bila batang tertekan gaya normal akan memiliki nilai negatif.

GAYA GESER
Gaya geser memiliki tanda positif bila searah jarum jam, dan negatif bila berlawanan arah jarum jam.

GAYA MOMEN
Momen memiliki nilai positif bila gaya dalam cenderung membuat elemen melendut ke bawah, sebaliknya bernilai negatif bila elemen melendut ke atas.

Catatan:
Mau melihat ke kiri atau ke kanan akan menghasilkan nilai dan tanda gaya dalam yang SAMA.

Permalink | Leave a comment  »

]]>
http://files.posterous.com/user_profile_pics/754362/My_20Family.JPG http://posterous.com/users/4SOeK4ltGWqd Pujo Aji pujoaji Pujo Aji
Wed, 22 Sep 2010 06:09:36 -0700 Proses Global Mektek1 http://pujoaji.posterous.com/proses-global-mektek1 http://pujoaji.posterous.com/proses-global-mektek1 Perlu disadari tujuan kuliah 1 semester mekanika statis tertentu (mektek1) adalah untuk mencari gaya dalam (gaya normal, gaya lintang, dan momen).

Proses umumnya dapat dilihat perlangkah sebagai berikut:

Step 1: menetapkan model struktur
Step 2: menetapkan model dan posisi perletakkan.
Step 3: mencari Reaksi Perletakan dengan menggunakan tiga syarat kesetimbangan.
Step 4: mencari gaya dalam.

Selama 1 semester proses di atas (1 s/d 4) akan merupakan proses yang akan selalu dihadapi mahasiswa teknik sipil yg mengambil mektek1.

Impact: Apabila gaya dalam ini didapat maka gaya dalam tersebut merupakan syarat mutlak dalam melakukan analisa struktur menjamin struktur kuat dan mampu memberikan layanan seumur hidup bangunan (kurang lebih 50 tahun).

Permalink | Leave a comment  »

]]>
http://files.posterous.com/user_profile_pics/754362/My_20Family.JPG http://posterous.com/users/4SOeK4ltGWqd Pujo Aji pujoaji Pujo Aji
Tue, 21 Sep 2010 06:57:19 -0700 Tipe Perletakan dan Bahaya bila disain dan kenyataan berbeda http://pujoaji.posterous.com/tipe-perletakan-dan-bahaya-bila-disain-dan-ke http://pujoaji.posterous.com/tipe-perletakan-dan-bahaya-bila-disain-dan-ke Perletakan atau support di mekanika teknik tertentu ditetapkan sebagai berikut:

1. Rol, harus bisa menahan arah normal terhadap bidang kontak roda rol. Namun pada umumnya rol berada di atas permukaan mendatar shg definisinya di simplifikasi menjadi harus bisa menahan arah vertikal.

2. Sendi (hinge), harus bisa menahan beban arah vertikal dan horisontal.

3. Jepit (fix), harus bisa menahan arah beban arah vertikal, horisontal dan momen.

-------------------------------------------------
Struktur harus jelas jenis dan posisi perletakannya. Tanpa kejelasan perletakan struktur maka model analisa struktur tidak lengkap dan analisa tidak dapat diselesaikan. Kalau analisa tidak dapat diselesaikan maka kesetimbangan juga tidak jelas alias "trouble". Oleh krn itu engineer harus selalu mengerti dan menyadari pentingnya pengetahuan mengenai perletakan.

Sebagai gambaran bahayanya engineer yang mengabaikan permasalahan perletakan adalah runtuhnya jembatan pelengkung dg perletakan sendi di kedua ujungnya. Bayangkan dalam disain bangunan direncanakan memakai perletakan sendi di kedua ujungnya. Dalam pelaksanaanya pondasi di salah satu ujungnya bergerak krn misalnya saja kasus tanah. Terjadi ketidak "klopan" disain dg kenyataan, hasilnya sudah bisa dipastikan jembatannya rubuh.

Utk diskusi terakhir adalah pengertian bila suatu perletakkan mampu menahan beban pada arah tertentu maka otomatis pada arah tersebut TIDAK ADA PERGERAKAN.

Permalink | Leave a comment  »

]]>
http://files.posterous.com/user_profile_pics/754362/My_20Family.JPG http://posterous.com/users/4SOeK4ltGWqd Pujo Aji pujoaji Pujo Aji
Tue, 21 Sep 2010 05:06:13 -0700 Syarat Kesetimbangan http://pujoaji.posterous.com/syarat-kesetimbangan http://pujoaji.posterous.com/syarat-kesetimbangan Dalam mekanika statis tertentu terdapat jargon yang sangat terkenal dg nama 3 persamaan kesetimbangan:

1. Sigma H = 0.
2. Sigma V = 0.
3. Sigma M = 0.

Beberapa catatan adalah:

* perhatikan tulisan Sigma, tulisan ini merupakan kunci yang sangat penting krn memiliki arti total. Jadi sigma H berarti keseluruhan gaya pada arah horisontal.

* Sigma H dan Sigma V berkaitan dg total frame, tidak diperlukan titik reference pada waktu membahas Sigma H dan Sigma V.

* Beda dengan Sigma H dan V, Sigma M membutuhkan titik reference (krn momen adalah perkalian jarak dg gaya yg tegak lurus dari suatu titik yg ditinjau. Jadi pada tiap titik dimanapun posisinya Sigma M harus sama dengan 0.

* Ketiga syarat tersebut harus dipenuhi semuanya tanpa ada yang terlewatkan.

* Ketiga syarat harus dipakai untuk meninjau segala macam kondisi beban yang mungkin terjadi dalam "life time" struktur.

Permalink | Leave a comment  »

]]>
http://files.posterous.com/user_profile_pics/754362/My_20Family.JPG http://posterous.com/users/4SOeK4ltGWqd Pujo Aji pujoaji Pujo Aji
Mon, 20 Sep 2010 07:04:40 -0700 beban hidup gedung http://pujoaji.posterous.com/beban-hidup-gedung http://pujoaji.posterous.com/beban-hidup-gedung
beban hidup gedung.pdf Download this file

Beban hidup gedung bisa dilihat di file attachment. Dipelajari dan direnungkan. Powered by Telkomsel BlackBerry®

Permalink | Leave a comment  »

]]>
http://files.posterous.com/user_profile_pics/754362/My_20Family.JPG http://posterous.com/users/4SOeK4ltGWqd Pujo Aji pujoaji Pujo Aji
Mon, 20 Sep 2010 06:48:00 -0700 Transformasi Balok Beton menjadi beban terbagi rata dan terpusat http://pujoaji.posterous.com/transformasi-balok-beton-menjadi-beban-terbag http://pujoaji.posterous.com/transformasi-balok-beton-menjadi-beban-terbag Beton memiliki BJ 2400 kg/m^3. Balok beton merupakan bagian portal struktur yang otomatis memiliki selfweight beban mati. Pertanyaan yg mungkin ditanyakan adalah: Bagaimanakah mendapatkan beban mati balok?

Perlu diketahui beban mati dari suatu balok bisa memiliki satuan kg/m (terbagi rata) atau kg (terpusat). Itu semua tergantung dari keperluan analisa yg diinginkan. Sebagai contoh pada waktu menganalisa balok induk maka kita ingin mendapatkan berat sendiri balok induk sebagai beban mati. Pada kasus ini yg diperlukan adalah berat beban terbagi rata (kg/m). Cara mendapatkannya adalah dg mengalikan BJ balok dengan luas penampang balok. Jadi utk kasus balok beton, 2400xLuasPenampang. Ingat LuasPenampang memiliki satuan m^2. Satuan meter dipakai krn BJ jg menggunakan meter. Kasus yg lain misalnya kita sedang menganalisa balok induk, dimana terdapat balok anak yg membebani balok induk. Beban balok anak yg jatuh ke balok induk berupa beban terpusat. Utk mendapatkan beban terpusat ini dapat dilakukan dg mengalikan BJ balok anak dg volume porsi balok anak yg membebani balok induk. Dalam kasus balok anak beton, 2400xVolBalokAnak. Seperti halnya contoh sebelumnya VolBalokAnak hrs mengguanakan satuan m^3.

Permalink | Leave a comment  »

]]>
http://files.posterous.com/user_profile_pics/754362/My_20Family.JPG http://posterous.com/users/4SOeK4ltGWqd Pujo Aji pujoaji Pujo Aji
Mon, 20 Sep 2010 06:11:55 -0700 Transformasi beban dinding http://pujoaji.posterous.com/transformasi-beban-dinding http://pujoaji.posterous.com/transformasi-beban-dinding Dinding (setengah bata) memiliki berat sendiri dengan nilai: 250 kg/m^2. Beban dinding biasa dikenal sebagai beban terbagi rata (lihat satuan yg digunakan). Ketika dinding ini berdiri di atas suatu balok maka diperlukan transformasi beban dari beban terbagi rata (satuan kg/m^2) menjadi beban terbagi rata (satuan kg/m). Transformasi ini yg menghasilkan satuan berat baru kg/m membuat civil engineer mampu menganalisa balok akibat beban dinding. Bagaimana mentransformasinya?
Kalikan 250 kg/m^2 dengan tinggi dinding (satuan meter). Nilai tersebut adalah nilai beban terbagi rata baru dg satuan (kg/m). Catatan:
Di teknik sipil satuan kg/m dikenal dan disebut dg kg per meter lari, biasanya ditulis kg/m'. Yg perlu diingat kedua satuan tersebut bercerita tentang hal yg sama.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Permalink | Leave a comment  »

]]>
http://files.posterous.com/user_profile_pics/754362/My_20Family.JPG http://posterous.com/users/4SOeK4ltGWqd Pujo Aji pujoaji Pujo Aji