Gaya Dalam di mektek

Pada umumnya proses mencari gaya dalam selalu dimulai dari mencari reaksi di perletakkan. Reaksi di perletakan bisa dimanfaatkan pada waktu ingin menentukan pondasi dibawah kolom kuat, yaitu bila daya dukung tanah lebih kuat dibandingkan reaksi yg didapat tadi.

Lalu apa guna mendapatkan gaya dalam di komponen struktur (balok, kolom, pelat dll)? Gaya dalam wajib diketahui agar kekuatan bahan diatur memiliki nilai yg lebih besar dibandingkan gaya dalam yg terjadi. Tanpa mengetahui gaya dalam kita tidak bisa memastikan komponen struktur kuat apa tidak.

Untuk mencari gaya dalam di suatu penampang maka gunakan langkah-langkah sbb:
1. Potong di penampang tertentu.

2. Pastikan lihat kiri atau lihat kanan. Ini tidak menutup kemungkinan lihat atas atau bawah. Pada prinsipnya pada waktu kita potong penampang kita hilangkan satu bagian, dan bagian yg tidak hilang kita tinjau.

3. Waktu lihat kiri, betul2 lihat kiri lupakan sebelah kanan (bagian yg dihilangkan). Demikian juga sebaliknya.

4. Waktu meninjau satu bagian tinjau keseluruhan reaksi dan gaya luarnya. --------------------
Dalam mekanika teknik terdapat tiga tipe gaya dalam yg sangat umum dipakai:
1. Gaya Normal (axial)
2. Gaya Geser/melintang (Shear)
3. Gaya Momen


GAYA NORMAL
Gaya Normal berhubungan dengan gaya yang bekerja berimpit dg sumbu batang. Jadi apakah gaya dalam tersebut gaya normal atau tidak harus dicek arah sumbu batang komponen struktur yg kita tinjau. Tanda gaya normal adalah positif bila gaya batang tertarik. Sebaliknya bila batang tertekan gaya normal akan memiliki nilai negatif.

GAYA GESER
Gaya geser memiliki tanda positif bila searah jarum jam, dan negatif bila berlawanan arah jarum jam.

GAYA MOMEN
Momen memiliki nilai positif bila gaya dalam cenderung membuat elemen melendut ke bawah, sebaliknya bernilai negatif bila elemen melendut ke atas.

Catatan:
Mau melihat ke kiri atau ke kanan akan menghasilkan nilai dan tanda gaya dalam yang SAMA.